Baju Anak Laki Laki Berwarna Pink? Yuk Simak Sejarahnya

Di zaman sekarang, seorang anak laki-laki yang memakai baju berwarna pink terasa sangat tidak cocok dan aneh. Sebab, warna pink dinilai lebih pas untuk digunakan oleh perempuan karena warnanya yang kalem dan feminim. Namun, tahukah anda bahwa pada zaman dahulu warna pink begitu melekat dengan Baju Anak Laki Laki ? Yuk simak bagaimana kisahnya.

 

Foto Bayi pada Tahun 1800-an
Pada tahun 1800-an, terdapat potret bayi laki-laki menggunakan baju berwarna pink dan bayi perempuan menggunakan baju berwarna biru. Kedua baju tersebut memiliki renda yang berwarna putih. Foto tersebut menunjukkan salah satu tren pada zaman dahulu bahwa warna yang melekat dengan laki-laki adalah pink dan perempuan adalah biru.


Namun, jika foto tersebut dilihat oleh orang zaman sekarang mungkin akan terasa aneh karena tidak biasa anak laki-laki menggunakan baju berwarna pink. Sebab, warna pink dianggap terlalu feminim untuk seorang laki-laki. Justru sebaliknya, biru adalah warna yang lebih cocok untuk digunakan laki-laki.


Warna Pink Identik dengan Laki-Laki
Sebagaimana yang diketahui bahwa saat ini pink dianggap sangat erat dengan wanita, bahkan warna ini disebut sebagai warna yang cewek banget atau sangat sesuai dengan karakter perempuan. Pergeseran makna baju anak laki laki yang berwarna pink tidak terjadi dengan sekejap saja, tetapi terjadi secara bertahap.


Pergeseran ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pengaruh dari budaya atau kebiasaan baru. Sebelum ada spesifikasi warna yang identik dengan jenis kelamin, setiap anak dipakaikan baju yang berwarna putih selama berabad-abad. Baju yang berwarna putih ini lebih praktis dan dapat dijadikan pengganti popok atau diputihkan ketika popok mengalami kebocoran.


Sementara itu, pada abad ke-19 baru diperkenalkan pakaian yang memiliki beberapa pilihan warna pastel. Namun, Jo B Paoletti yang merupakan ahli sejarah dari University of Maryland mengatakan bahwa warna pastel tersebut belum memiliki kecenderungan lebih pantas untuk laki-laki atau perempuan. artinya, baik baju anak laki laki atau perempuan bebas untuk menggunakannya.


Kecenderungan warna ini lahir pada tahun 1918 menurut sebuah jurnal terkait. Pada saat itu, berlaku aturan umum bahwa warna pink lebih sesuai dengan laki-laki dan warna biru lebih cocok untuk perempuan. Aturan ini mempertimbangkan  bahwa warna pink memiliki sifat yang lebih kuat jika dibandingkan dengan warna biru yang cenderung lembut.


Aturan ini juga dikuatkan oleh majalah Time yang rilis pada tahun 1927. Di dalam majalah tersebut tersedia sebuah grafik yang berisi pendapat tentang banyak toko pakaian terbesar di Amerika. Toko-toko ini menganjurkan untuk memberikan pakaian berwarna biru untuk anak perempuan dan pink untuk anak laki-laki.


Pergeseran Makna Warna Pink
Kecenderungan warna untuk baju anak laki laki yang awalnya identik dengan pink dan perempuan identik dengan biru kemudian mengalami pergeseran pada tahun 1940. Para produsen pakaian menetapkan bahwa warna biru ditujukan untuk anak laki-laki dan warna pink untuk anak perempuan.


Hal tersebut membuat anak-anak yang lahir setelah masa Perang Dunia II dibesarkan dengan memakai dua warna pakaian. Namun, pada tahun 1960 hingga akhir 1970-an, muncul pakaian bayi uniseks yang bisa digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 1980-an warna pink dan biru kembali digunakan dengan mempertimbangkan hasil tes kehamilan.


Ulasan singkat di atas menunjukkan bahwa pada zaman dahulu warna pink justru lebih identik dengan laki-laki. Meskipun sekarang lebih cocok untuk perempuan, namun tidak jarang juga pakaian yang dibuat untuk laki-laki dengan warna pink dan tetap menawan ketika dikenakan.

Postingan terkait: